LAMPUNG TIMUR – Lipuran7ajtual.com, “Proyek irigasi P3A senilai Rp 195 juta di Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur diduga dikerjakan tanpa mengikuti standar teknis, sehingga hasilnya tampak asal-asalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa plat cor beton yang dicetak terlihat rapuh dan mudah patah. Diduga, material semen, batu split, dan pasir dicampur tanpa mengikuti standar teknis yang berlaku.
Dugaan ini diperkuat oleh banyaknya patahan plat cor yang berserakan di sekitar lokasi. Selain itu, penggunaan pasir sebagai material cor juga tampak kurang berkualitas karena terlihat seperti pasir campur batu, atau biasa disebut Sirtu.
Pelaksana P3A Karya Tunggal Desa Gunung Agung, Rahmat, menjelaskan bahwa proyek irigasi ini memiliki panjang 850 meter dengan anggaran sekitar Rp 195 juta.
“Panjang proyek irigasi ini sekitar 850 meter dengan anggaran 195 juta. Iya, ini pasir kali banyak kerikil,” kata Rahmat di lokasi pembuatan plat cor beton, Kamis (19/12/2024).
Menurutnya, campuran pasir, batu split, dan semen sudah sesuai dengan petunjuk teknis, yaitu 4,3,1; 4 bagian pasir, 3 bagian kerikil, dan 1 zak semen. “Kalau upah borongan 4 ribu per biji. Kami berempat dalam satu rombongan. Total ada 3 rombongan, kalau tidak salah,” tambahnya.
Untuk diketahui, program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) Karya Tunggal Tahun 2024 ini berasal dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan anggaran Rp 195 juta, kutip M. Husin (Samsi).












