Tragedi Jalan Sehat Pemprov Jatim: Kupon Diduga Tak Dibagikan Merata, Peserta Mengamuk

Surabaya – Luar Biasa,baru pertama kali dalam sejarah kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,dibawah kendali Biro Kesra Pemprov Jatim,pelaksanaan jalan sehat yang berlangsung tanggal 16 Juni 2026 dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 H berjalan kisruh dan amburadul.

Kejadian ini bermula dari flier atau selebaran yang sudah dibagikan panitia (Biro Kesra Jatim) bahwa dalam giat Jalan sehat tersebut,kupon jalan sehat untuk peserta akan dibagikan ditengah giat jalan sehat.

Ribuan peserta yang mengikuti jalan sehat baik dari lokal warga Surabaya serta banyak juga peserta jalan sehat dari luar Kota Surabaya dari jam 4 pagi sudah terlihat menyemut di wilayah Masjid Al Akbar yang menjadi venue utama giat Jalan Sehat.

Ribuan peserta yang mengikuti jalan sehat,mulai bergerak bersama sama dan dilepas langsung oleh Ibunda Gubernur Jawa Timur.

Tepat di tengah perjalanan giat jalan sehat,seperti yang sudah disampaikan sebelumnya. para peserta dipastikan akan mendapatkan kupon jalan sehat yang nantinya akan diundi oleh Panitia Jalan Sehat,dalam hal ini Biro Kesra Pemprov Jatim.

Sesuai dengan rilis,hadiah giat jalan sehat peringatan Tahun Baru Islam 1448 H terlihat sangat beragam,mulai dari hadiah utama yaitu Umroh gratis,sepeda motor,sepeda motor listrik,sepeda gunung dan puluhan hadiah door prize Jalan sehat lainnya.

Kondisi kacau dan chaos mulai terlihat selaras dengan emosi peserta jalan sehat,dimana ketika kupon jalan sehat yang harusnya sudah disiapkan untuk semua peserta,dalam kenyataannya sangat banyak peserta jalan sehat yang akhirnya tidak kebagian kupon tanpa ada penjelasan logis dari panitia jalan sehat.

Diduga kupon jalan sehat yang dibagikan oleh panitia (Biro Kesra Jatim) hanya 25% dari total jumlah kupon yang telah disiapkan.

Kondisi tersebut akhirnya membuat emosi peserta jalan sehat dan secara serempak peserta jalan sehat akhirnya merangsek ke panggung utama dan meluapkan kekecewaannya dengan mengambil tempat pengumpulan kupon serta melempar semua kupon yang sudah ada dalam kotak pengumpulan kupon.

Menjadi pertanyaan mendasar dan mengarah kepada pemahaman liar adalah mengapa kupon yang sudah disiapkan oleh panitia jalan sehat tersebut hanya dibagikan sebagian saja,apakah kemudian pihak panitia yang diduga menyimpan kupon,dan kupon jalan sehat akan dibagikan di internal saja sehingga harapan panitia untuk mendapatkan hadiah jalan sehat akan lebih terbuka lebar.

Kejadian tersebut tentunya berpotensi mencoreng wajah dan kehormatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

MAKI Jatim secara kelembagaan mendesak Ibunda Gubernur Jawa Timur untuk secepatnya mencopot Kabiro Kesra Pemprov Jatim serta mengevaluasi pihak pihak dari internal Biro Kesra Jatim untuk bertanggung jawab atas kejadian memalukan tersebut.

“Secepatnya pihak Inspektorat Jatim harus melakukan kajian,evaluasi serta telaah terhadap panitia jalan sehat yang notabene adalah Biro Kesra Jatim,apa yang terjadi sebenarnya dibalik tragedi memalukan dalam giat jalan sehat tersebut,”ungkap Heru MAKI,Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur.

Heru MAKI menegaskan bahwa pencopotan Kabiro Kesra Jatim adalah harga mati,sebagai dampak dari kisruh kegiatan jalan sehat yang sangat memalukan dan sangat tidak profesional.

MAKI Jatim juga akan secepatnya bersurat kepada Biro Kesra Jatim untuk meminta laporan pertanggungjawaban anggaran APBD 1 Pemprov Jatim atas pelaksanaan giat jalan sehat peringatan Tahun Baru Islam 1448 H tersebut.

“Semua harus terungkap,oknum oknum yang diduga “sengaja bermain” untuk sekiranya berharap juga bisa mendapatkan hadiah jalan sehat harus diungkap juga secara detail dan transparan,”pungkas Heru MAKI. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *