Liputan7aktual.com Tangerang,- Setelah satu bulan kita melaksanakan puasa Ramadhan dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT, maka sudah selayaknya kita juga meminta maaf atas dosa kita pada sesama manusia agar kita benar-benar terlahir kembali sebagai manusia yang fitri.
Sebagai seorang manusia kita tak bisa lepas dari kesalahan. Ya, dalam berinteraksi dengan sesama selalu terjadi gesekan di antara kita.
Satu tradisi yang selalu dilakukan di bulan Syawal adalah halal bi halal. Tradisi dimana kita bersalam-salaman untuk saling memaafkan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman sekolah SMP Negri 3 Cikupa melaksanakan halal bihalal, dan untuk selanjutnya tradisi tersebut terus dilakukan dari tahun ke tahun sampai sekarang di satuan SMP Negri 3 Cikupa Kabupaten Tangerang dan Hingga kini halal bihalal menjadi acara rutin dilaksanakan oleh sekolah SMP Negri 3 Cikupa setiap habis libur Lebaran.
Sesudah bersalam salaman,Seperti yang dilaksanakan oleh siswa dan siswi SMP Negri 3 Cikupa di hari pertama masuk sekolah pada tanggal 30 Maret 2026) siswa diajak berhalal bihalal di lapangan halaman sekolah.
Halal bi halal yang dilaksanakan seluruh siwa dan siswi juga para dewan Guru sekolah dan sesudah dilaksanakannya apel pagi. Semua bersalam-salaman untuk melebur segala dosa dan kesalahan. Ya, sekian lama berinteraksi pasti pernah terjadi perbuatan salah baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Sebagai perwujudan dari moderasi beragama di sekolah, halal bihalal diikuti oleh seluruh siswa-siswi sekolah SMP 3 Negri Cikupa bukan hanya yang beragama Islam saja dan bukankah agama juga mengajarkan bahwa selain memperhatikan hubungan kita dengan Allah kita juga harus berbuat baik pada sesama manusia.
Meski hakekatnya orang yang memaafkan lebih mulia daripada meminta maaf, saling memaafkan sangat dianjurkan untuk menabur rasa empati dan memperkokoh silaturahmi di antara sesama manusia.lebih mulia daripada meminta maaf, saling memaafkan sangat dianjurkan untuk menabur rasa empati dan memperkokoh silaturahmi di antara sesama manusia.
Apang Supriyadi












