Klebet– Semangat penguatan kedaulatan pangan nasional tercermin nyata di wilayah Kabupaten Tangerang. Bertempat di hamparan lahan milik H. Madhari yang berlokasi di Kampung Klebet RT 001/003, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, telah dilangsungkan seremoni penanaman jagung perdana pada Rabu, 11 Maret 2026. Agenda ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan yang diinisiasi secara kolaboratif untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
Pelaksanaan kegiatan agrikultur ini dimotori secara intensif oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polsek Mauk Polresta Tangerang. Dalam praktiknya, pihak kepolisian menggandeng BUMDesa Mandiri Klebet sebagai motor penggerak ekonomi desa untuk mengelola lahan seluas dua hektare. Upaya ini merupakan realisasi dari target “Satu Desa Dua Hektare” yang dicanangkan untuk memasuki kuartal pertama tahun 2026.
Kehadiran unsur pimpinan daerah menambah kekhidmatan acara tersebut. Camat Kemiri beserta seluruh jajarannya tampak hadir memberikan dukungan penuh secara administratif maupun moril. Kehadiran otoritas kecamatan ini menegaskan bahwa sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan implementasi di tingkat akar rumput berjalan selaras demi memitigasi krisis pangan di masa depan.
Tidak ketinggalan, garda terdepan keamanan dan ketertiban masyarakat turut mengawal jalannya kegiatan. Personel anggota Polsek Mauk dan Babinsa dari Koramil 09/Mauk hadir bahu-membahu di lapangan. Sinergitas TNI-Polri ini membuktikan bahwa stabilitas wilayah tidak hanya dijaga melalui patroli keamanan, tetapi juga melalui pendampingan sektor pertanian yang menjadi hajat hidup orang banyak.
Aparatur Pemerintah Desa Klebet pun menunjukkan komitmennya secara kolektif. Kepala Desa beserta perangkatnya, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga perwakilan Tim TP-PKK turut serta turun ke lahan. Keterlibatan berbagai elemen desa ini bertujuan agar program tersebut tidak hanya menjadi seremonial belaka, namun menjadi gerakan masif yang berkelanjutan bagi seluruh warga Desa Klebet.
Dukungan teknis juga datang dari tingkat kabupaten dengan hadirnya perwakilan Tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPP) serta dari BPP Tegal Kunir Mauk. Para ahli dan pengawas ini memastikan bahwa prosedur penanaman telah memenuhi standar agronomi yang tepat. Pengawasan ini krusial untuk memastikan investasi tenaga dan biaya yang dikeluarkan dapat menghasilkan panen yang optimal.
Untuk menjamin kualitas hasil produksi, varietas yang dipilih dalam penanaman kali ini adalah bibit Jagung Hybrida Soluta. Benih unggul ini dipilih karena daya tahannya yang kuat serta potensi produktivitasnya yang tinggi. Penggunaan teknologi benih hibrida diharapkan mampu mendongkrak volume panen di lahan dua hektare tersebut, sehingga target swasembada pangan di tingkat desa dapat segera terwujud.
Momentum ini menandai langkah awal yang optimis bagi BUMDesa Mandiri Klebet dalam menapaki kalender tanam tahun 2026. Melalui kerja sama yang solid di intern pengurus serta antara institusi kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat, diharapkan komoditas jagung ini menjadi pilar baru ekonomi kerakyatan.
Kegiatan ini semoga menuaikan hasil sesuai dengan yang diharapkan, dan kedepan keberhasilan di BUMDesa Mandiri Klebet ini dapat diproyeksikan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengelola potensi lahan demi kemandirian pangan.
#BUMDesa Mandiri Klebet












