Sulawesi Selatan Resmikan Seaplane Amfibi Cessna 172 SP di Water Aerodrome CPI: Dorong Pariwisata dan Konektivitas Kepulauan

Liputan 7 AktualNews, MAKASSAR – Sulawesi Selatan memasuki babak baru dalam pengembangan konektivitas maritim dan udara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan pengoperasian pesawat Cessna 172 SP Amfibi di Water Aerodrome Center Point of Indonesia (CPI), Makassar.

Kehadiran seaplane amfibi ini merupakan inisiatif strategis Pemprov Sulsel untuk menjawab tantangan aksesibilitas wilayah kepulauan. Dengan kemampuan lepas landas dan mendarat di permukaan air, pesawat ini menawarkan moda transportasi laut–udara yang lebih cepat dan fleksibel dibandingkan sarana konvensional.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya proyek simbolik, melainkan langkah nyata memperkuat keterhubungan antarwilayah di provinsi yang memiliki ratusan pulau tersebut.

“Kita berharap seaplane ini tidak hanya menjadi kebanggaan visual, tetapi juga jembatan harapan bagi warga pulau. Transportasi ini akan memperkuat konektivitas, menggerakkan roda ekonomi, dan membuka pintu pariwisata yang lebih luas untuk Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Selain mendukung sektor pariwisata maritim, pesawat ini juga diharapkan menjadi sarana vital dalam layanan darurat, seperti evakuasi medis cepat, pengiriman bantuan ke wilayah terdampak bencana, hingga menunjang distribusi logistik penting bagi masyarakat di pulau terpencil.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, mengapresiasi langkah Pemprov Sulsel yang proaktif mengembangkan infrastruktur transportasi terpadu.

 “Konektivitas adalah kunci pemerataan pembangunan. Dengan adanya seaplane, Sulawesi Selatan menunjukkan komitmennya untuk hadir lebih dekat bagi warganya, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau,” kata Menhub.

Dengan diresmikannya Water Aerodrome CPI dan beroperasinya pesawat amfibi ini, Sulawesi Selatan mempertegas perannya sebagai pusat konektivitas maritim nasional. Langkah ini diharapkan mampu menarik investasi, memacu pertumbuhan sektor wisata, dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Kaperwil Sul-Sel: Chemal Rusanda.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *