Kabupaten Tangerang – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana setelah insiden kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Forkopimda Kabupaten Tangerang yang membahas evaluasi penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026).
Menurut Kapolresta, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting agar seluruh pemangku kepentingan semakin siap menghadapi potensi kebakaran maupun bencana serupa di masa mendatang.
“Kesiapsiagaan dan langkah mitigasi harus terus diperkuat agar kejadian serupa dapat dicegah,” ujar Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Penanganan Terpadu Berhasil Padamkan Api
Kapolresta menjelaskan sejak awal kejadian, Polresta Tangerang bersama TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, Pemerintah Kabupaten Tangerang, relawan, dan berbagai unsur lainnya bekerja secara terpadu dalam proses penanganan.
Sinergi lintas instansi tersebut berhasil memadamkan api hingga 100 persen sekaligus mengendalikan sebaran asap yang sempat mengganggu masyarakat sekitar.
Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, personel Polresta Tangerang tetap disiagakan hingga 14 Juli 2026 untuk mendukung proses pendinginan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.
Fokus pada Kesehatan Masyarakat
Selain melakukan pengamanan lokasi, Polresta Tangerang juga memberikan perhatian terhadap kesehatan warga terdampak.
Langkah yang dilakukan meliputi pendirian pos kesehatan, pembagian masker kepada masyarakat, petugas, dan relawan, serta pengaktifan trauma center sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pengamanan Operasi Water Bombing
Dalam mendukung proses pemadaman, personel Polresta Tangerang melakukan penyekatan dan penutupan akses menuju kawasan TPA Jatiwaringin agar kendaraan pemadam kebakaran dan alat berat dapat bergerak tanpa hambatan.
Pengamanan juga dilakukan di kawasan danau yang menjadi sumber air bagi operasi water bombing, sehingga helikopter pemadam dapat mengambil air dengan aman tanpa terganggu aktivitas masyarakat.
Bupati Tangerang: Kebakaran Jadi Alarm Keras
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kebakaran TPA Jatiwaringin merupakan alarm penting bagi seluruh pihak untuk meningkatkan sistem penanganan dan pencegahan.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh harus dilakukan sebagai dasar penyempurnaan penanganan kebakaran di masa mendatang.
Bupati meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait memfokuskan evaluasi pada tiga aspek utama, yaitu:
- Evaluasi respons dan Standar Operasional Prosedur (SOP).
- Dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
- Penyusunan strategi mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.













