Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman, Perayaan Imlek di NSA Surabaya Jadi Ruang Belajar Budaya yang Hidup

Surabaya — Perayaan Tahun Baru Imlek di Nation Star  Academy (NSA) Surabaya tahun ini berlangsung hangat, meriah, dan sarat makna. Tidak sekadar menghadirkan kemeriahan visual dan hiburan semata, perayaan Imlek di lingkungan sekolah tersebut menjadi ruang pembelajaran budaya yang hidup, di mana tradisi, seni, dan nilai kebersamaan dirajut menjadi satu pengalaman berharga bagi seluruh siswa dari berbagai jenjang dan latar belakang.
Perayaan Imlek di NSA Surabaya diawali dengan pengenalan dua hidangan khas yang lekat dengan budaya Tiongkok, yakni dumpling (jiaozi) dan ronde atau tangyuan.

Dumpling dikenal sebagai simbol keberuntungan, kelimpahan rezeki, dan harapan akan kehidupan yang sejahtera. Sementara itu, ronde melambangkan kehangatan keluarga, kebersamaan, serta keutuhan relasi antar sesama.

Menariknya, kedua hidangan ini juga telah mengalami proses akulturasi dan menyatu dalam khazanah kuliner Indonesia. Hal tersebut menjadi bukti bahwa budaya tidak berdiri sendiri, melainkan terus berkembang, beradaptasi, dan saling memengaruhi seiring perjalanan waktu dan perjumpaan antarbangsa.

Dalam tradisi Tiongkok, ronde atau tangyuan memiliki makna filosofis yang mendalam dan biasanya disantap pada momen-momen tertentu. Hidangan berbentuk bulat ini dinikmati dua kali dalam setahun, yakni sekitar tanggal 20 Desember sebagai penanda datangnya musim dingin, serta pada hari ke-15 setelah perayaan Imlek. Bentuk bulat pada ronde melambangkan keutuhan, persatuan keluarga, dan doa akan kehidupan yang harmonis serta penuh kedamaian.

Namun, perayaan Imlek di NSA Surabaya tidak berhenti pada cita rasa dan simbol makanan semata. Perayaan ini bergerak, bersuara, dan seolah “bernapas” melalui berbagai penampilan seni yang dibawakan langsung oleh para siswa. Satu per satu, mereka tampil penuh percaya diri, menghadirkan cerita dan makna melalui beragam bahasa seni yang memikat dan sarat nilai edukatif.

Rangkaian pertunjukan dibuka dengan penampilan Wushu yang tegas namun tetap luwes. Gerakan yang sarat disiplin, kekuatan, dan ketepatan tersebut mencerminkan nilai ketangguhan, fokus, serta keseimbangan antara fisik dan mental. Penampilan ini sekaligus mengajarkan siswa tentang pentingnya kerja keras, pengendalian diri, dan ketekunan dalam mencapai tujuan.
Suasana kemudian bergeser menjadi lebih dinamis melalui penampilan modern dance yang enerjik. Tarian ini menjadi simbol pertemuan antara tradisi leluhur dan ekspresi kreatif generasi masa kini, menunjukkan bahwa budaya dapat terus hidup dan relevan melalui sentuhan inovasi tanpa kehilangan akar dan maknanya.

Harmoni musik turut memperkaya perayaan Imlek di NSA Surabaya. Nada-nada lembut dari alat musik tradisional guzheng berpadu indah dengan alunan biola dan violin. Kolaborasi lintas budaya tersebut menciptakan suasana syahdu dan menenangkan, seolah mengajak seluruh hadirin untuk berhenti sejenak, menghayati momen, dan merasakan kedamaian dalam keberagaman.
Petikan senar yang mengalun perlahan tidak hanya memanjakan telinga, tetapi juga menyampaikan pesan universal tentang harmoni, keseimbangan, dan indahnya perbedaan ketika disatukan dalam satu tujuan yang sama.

Puncak kemeriahan terasa saat penampilan barongsai memeriahkan suasana. Irama tambur yang menghentak berpadu dengan gerakan barongsai yang dinamis dan atraktif, menghadirkan semangat serta kegembiraan di seluruh area perayaan. Di balik atraksi tersebut, terselip nilai-nilai penting tentang kerja sama tim, keberanian, disiplin, serta rasa hormat terhadap tradisi dan warisan budaya.
Antusiasme tampak jelas dari para siswa-siswi yang menyaksikan pertunjukan, mulai dari jenjang preschool hingga SMA.

Keceriaan semakin terasa saat anak-anak turut berpartisipasi dalam tradisi memasukkan angpao ke dalam mulut barongsai, yang melambangkan berbagi rezeki, doa keberuntungan, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.
Melalui rangkaian pertunjukan seni, tradisi, dan kebersamaan dalam suasana perayaan, para siswa diajak untuk memahami Imlek bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah tradisi yang sarat nilai kehidupan. Di dalamnya terkandung harapan baru, doa untuk kebaikan, serta pentingnya kebersamaan keluarga dan komunitas dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Anak-anak dari berbagai latar belakang budaya belajar untuk saling menghargai, menikmati, dan merayakan perbedaan dengan rasa ingin tahu dan sukacita.

Perayaan ini menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi mereka untuk mengenal budaya lain, sekaligus memperkuat empati, toleransi, dan sikap saling menghormati sejak usia dini.
Melalui perayaan Imlek ini, NSA Surabaya menegaskan perannya sebagai sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik dan kesiapan bersaing di tingkat global, tetapi juga berkomitmen membentuk karakter siswa yang berwawasan multikultural.

Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, kemanusiaan, dan kebersamaan, NSA Surabaya mempersiapkan generasi masa depan yang mampu hidup berdampingan secara damai dalam dunia yang semakin beragam dan saling terhubung. (Wk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *