Pemdes Batara Gelar Musyawarah Desa, Musyawarah Rembuk Stunting, Musrenbang Inklusi

Liputan7aktual.com, Pangkep – Pemerintah Desa Batara Kecamatan Labakkang, Mengadakan Kegiatan Musyawarah Desa, Musyawarah Rembuk Stunting, Musrenbang Inkkusi, Bertempat Di Ruang Rapat Kantor Desa Batara Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep, Kamis, 24 Juli 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA.3PMD) Ir.Andi Ombong Sapada.M.Si, Camat Labakkang Bahri.SE.MM,

Pendamping Desa Kecamatan Labakkang Faisal.ST-Muh Rasyidin Badar.S.Sos, Pendamping Lokal Desa Muh Nawir.S.Pd,

Kepala Desa Batara H.Muhammad Arham.S.Pi, Ketua PKK Desa Batara Anisa Ayu Cahyani, Kepala Puskesmas Taraweang Mappa Sabollah.S.Km, Ketua BPD Desa Batara Haeruddin, Bhabinkamtibmas Desa Batara Aiptu Sumardi.SH, Babinsa Desa Batara Serda Awaluddin, Sekretaris Desa Batara Rahmansyah, Kepala Seksi Desa Batara, Kepala Urusan Desa Batara, Perangkat Desa Batara Batara, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, Kepala Puskesmas Pembantu Desa Batara Ernawati.S.Kep.Ners,

Kepala Poskesdes Batari Desa Batara Aisa.A.md.Keb, Penyuluh Keluarga Berencana Desa Batara Hapida, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Batara Risma, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Batara Jawariah, Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Batara Rahmat Ilahi.SP, Kader Posyandu, Peserta Program Keluarga Harapan (PKH), Mahasiswa KKN Unhas Makassar Gel.114, serta tamu undangan lainnya.

 

Sambutan Kepala Desa Batara H.Muhammad Arham.S.Pi,

kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, Musyawarat Desa, Musyawarah Inklusi, Rembuk Stunting, pembangunan untuk kepentingan masyarakat, tidak berhasil dengan maksimal tampa peran serta masyarakat dalam perencanaan.

Proses sistematis untuk merumuskan arah dan strategi pembangunan di Desa, melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan pembangunan di Desa secara optimal.

Perencanaan ini mencakup identifikasi potensi, kebutuhan Desa yang akan dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

 

Sambutan Ketua BPD Desa Batara Haeruddin, pada hari ini kita mengadakan kegiatan Musyawarah Desa, Musyawarah Rembuk Stunting, Musyawarah Inklusi, para peserta kami mengharapkan dapat mengikuti kegiatan ini sampai dengan selesai dan menberikan saran dan masukan.

 

Camat Labakkang Bahri.SE.MM, kami mengajak kepada peserta musyawarah untuk bersama-sama membantu Pemerintah Desa dalam merencanakan pembangunan baik itu sarana dan prasarana dan kegiatan pemberdayaan dalam agenda kegiatan Musyawarah Desa, Rembuk Stunting, Musyawarah Inklusi, dengan menghadirkan Pokja anak, Pokja Perempuan dan Pokja Disabilitas, dengan harapan apa yang dilaksanakan pada acara ini bisa menghasilkan perencanaan yang baik dan berkwalitas.

 

Sambutan Kepala Puskesmas Taraweang Mappa Sabollah.S.Km, mari bekerja bersama-sama, mencegah stunting, menurunkan angka stunting dengan berkolaborasi semua lintas sektor, dan saya mengajak kepada kader posyandu, supaya mengarahkan masyarakat yang mempunyai anak balita ke posyandu untuk dipantau pertumbuhannya begitupun juga yang mempunyai remaja putri diberikan tablet penambah darah untuk diminum supaya kadar HBnya tidak rendah, ibu hamil diberikan obat penambah darah 6 kali selama hamil, batuk 3 hari berturut-turut diarahkan ke Puskesmas untuk memeriksakan kesehatan, dan cek kesehatan gratis (CKG).

Sambutan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA.3PMD) Ir.Andi Ombong Sapada.M.Si, terkait dengan pelaksanaan rembuk stunting dilaksanakan setiap tahun, setiap kali kita melaksanakan belum pernah ada usulan dari rembuk stunting menjadi prioritas usulan yang akan didanai oleh dana desa, olehnya itu saya minta kepada seluruh kader dan peserta musyawarah agar benar-benar mengusulkan satu usulan yang harus didanai oleh dana desa, berkaitan dengan penanganan stunting Desa Batara sangat tinggi ada 52 orang anak stunting sehingga kalau melihat persentasenya kurang lebih 17,27 % termasuk angka sangat tinggi. Selanjutnya saya berharap bahwa di dalam rembuk stunting hasil diskusi kelompok juga melihat beberapa rekomendasi dari hasil indeks desa demikian juga hasil rekomendasi dari pemetaan e HDW aplikasi oleh Kader Pembangunan Manusia untuk melakukan pengiputan data sasaran anak 0 – 59 bulan, remaja putri calon pengantin Ibu dan menyusui serta keluarga berisiko stunting, human deven walk yang mana Kader Pembangunan Manusia, seharusnya menjadi salah satu dasar dimana teman-teman harus melihat untuk memberikan satu usulan yang benar-benar bisa mengedukasi karena kalau tanpa diedukasi sasaran saya kira untuk mencapai zero stunting itu tidak akan bisa terlaksana, terus setiap tahun kita melaksanakan kegiatan Musyawarah Desa, bulan ini memasuki tahapan perencanaan yaitu penyusunan rencana Pemerintah Desa Tahun 2026.(Abdullah Sangkala).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *