Kabupaten Tangerang,Liputan7Aktual.com – Suasana hangat penuh makna menyelimuti halaman kegiatan Super Camp Pendidikan dan Pelatihan SMP Negeri 3 Panongan Tahun 2026 saat nyala api unggun perlahan membesar di tengah lingkaran para peserta, Jumat malam (24/4/2026). Dalam momen yang sarat makna tersebut, para siswa diajak merenungkan arti kebersamaan, ketangguhan, dan pembentukan karakter melalui kegiatan yang mengusung tema “Tangguh, Mandiri, dan Berkarakter.”
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 24 hingga 25 April 2026, ini menjadi salah satu program sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter di luar pembelajaran formal. Tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, Super Camp juga dirancang untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, dan kemandirian kepada para peserta didik.
Momen paling berkesan terjadi saat prosesi penyalaan api unggun, yang menjadi simbol utama dalam kegiatan malam pembinaan. Di hadapan ratusan siswa yang duduk melingkar dengan penuh khidmat, Kepala SMPN 3 Panongan, Siti Ngariyah, S.Pd., M.Pd, menyampaikan arahan yang menyentuh tentang makna api dalam perjalanan hidup seorang pelajar.
Dalam arahannya, ia menuturkan bahwa api unggun bukan sekadar ritual dalam sebuah perkemahan, melainkan simbol dari semangat yang harus terus hidup dalam diri setiap siswa.
“Anak-anak sekalian, malam ini kita tidak hanya menyalakan api unggun, tetapi kita sedang menyalakan semangat di dalam diri kita masing-masing. Api ini mengajarkan bahwa sekecil apa pun cahaya, jika dijaga dengan baik, maka akan mampu menerangi sekelilingnya,” ujar Siti Ngariyah dengan penuh haru.
Ia menjelaskan bahwa nyala api menggambarkan semangat belajar yang tidak boleh padam, sedangkan bara yang terus bertahan meski tertiup angin melambangkan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Dalam perjalanan kalian nanti, akan ada banyak ujian, banyak tantangan, bahkan kegagalan. Tetapi seperti api ini, kalian harus tetap menyala. Jangan mudah padam hanya karena keadaan. Jadilah pribadi yang kuat, yang mampu berdiri dengan keyakinan, dan tetap membawa kebaikan untuk orang lain,” lanjutnya.
Lebih jauh, Kepala Sekolah juga mengajak para siswa memahami bahwa api besar tidak muncul dari satu kayu saja, melainkan dari kumpulan kayu kecil yang saling menguatkan. Filosofi tersebut, menurutnya, menjadi gambaran penting tentang arti kebersamaan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sosial.
“Api ini besar karena kayu-kayu kecil saling menopang. Begitu juga kalian. Tidak ada yang hebat sendirian. Kalian harus belajar saling menghargai, saling membantu, dan tumbuh bersama. Dari kebersamaan itulah akan lahir kekuatan,” katanya.
Suasana malam itu berubah menjadi penuh perenungan. Beberapa siswa tampak terdiam, menyimak setiap pesan yang disampaikan. Sorot mata mereka tertuju pada nyala api yang terus menari di tengah lapangan, seolah menjadi pengingat akan harapan besar yang sedang ditanamkan oleh sekolah kepada setiap anak didiknya.
Selain prosesi api unggun, kegiatan Super Camp juga diisi dengan berbagai agenda pembinaan seperti latihan kedisiplinan, pelatihan kepemimpinan, permainan kerja sama tim, penguatan mental, hingga pembinaan spiritual, yang semuanya dirancang untuk membangun karakter siswa secara utuh.
Menurut pihak sekolah, pendidikan tidak hanya soal prestasi akademik di dalam kelas, tetapi juga tentang bagaimana membentuk manusia yang siap menghadapi kehidupan dengan sikap yang baik dan mental yang kuat.
Melalui kegiatan ini, SMPN 3 Panongan berharap setiap siswa dapat membawa pulang bukan hanya pengalaman berkemah, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang tertanam dari setiap rangkaian kegiatan, terutama dari makna sederhana sebuah api unggun—bahwa semangat, kebersamaan, dan karakter yang kuat adalah cahaya yang akan menuntun mereka menuju masa depan.
(Erwin)












