SMA Katolik Frateran Surabaya Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ibunda Wapimred Nusantara Abadi News

SURABAYA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Media Nusantara Abadi News. Almarhumah Hj. Satiya binti Asmat, ibunda tercinta dari Abie Samsudin, yang menjabat sebagai Wakil Pimpinan Redaksi (Wapimred) Nusantara Abadi News, telah berpulang ke rahmatullah.
Atas kabar duka tersebut, berbagai pihak menyampaikan belasungkawa dan doa terbaik bagi almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan. Salah satunya datang dari Fr. William Satel Sura, BHK., S.Pd., MM bersama keluarga besar SMA Katolik Frateran Surabaya yang turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.

Dalam pernyataannya, Fr. William Satel Sura menyampaikan bahwa kepergian seseorang yang dicintai, khususnya seorang ibu, merupakan kehilangan yang sangat besar dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

“Kami keluarga besar SMA Katolik Frateran Surabaya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah Hj. Satiya binti Asmat, ibunda dari Bapak Abie Samsudin. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan dalam menghadapi masa-masa duka ini,” ujarnya.

Ucapan belasungkawa tersebut menjadi bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan yang menunjukkan eratnya hubungan antarsesama, tanpa memandang latar belakang profesi maupun keyakinan. Nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang menjadi landasan penting dalam memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang berduka.

Sebagai seorang ibu, almarhumah Hj. Satiya binti Asmat dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang, menjadi panutan keluarga, serta memiliki peran besar dalam membesarkan dan mendidik putra-putrinya hingga menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kepergiannya tentu meninggalkan kenangan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengenalnya.
Keluarga besar SMA Katolik Frateran Surabaya juga mengajak seluruh civitas akademika untuk turut mendoakan almarhumah agar segala amal ibadah dan kebaikannya diterima oleh Allah SWT serta mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya.

Sementara itu, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari rekan media, tokoh masyarakat, organisasi sosial, hingga sejumlah instansi yang mengenal sosok Abie Samsudin dan keluarganya. Dukungan moral tersebut diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi kehilangan orang yang sangat dicintai.

Kepergian seorang ibu bukan hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga warisan nilai-nilai kehidupan yang akan selalu dikenang oleh anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan.

Sosok ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat belajar tentang kasih sayang, pengorbanan, dan ketulusan.
Atas nama keluarga besar SMA Katolik Frateran Surabaya, Fr. William Satel Sura kembali menyampaikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhumah Hj. Satiya binti Asmat.

“Selamat jalan almarhumah Hj. Satiya binti Asmat. Semoga damai dan kebahagiaan abadi menyertai perjalanan menuju kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” tutupnya.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *