Temuan OD Verifikator STBM Kota Malang Dituntaskan Dr Koen

Malang, — Temuan OD verifikator STBM Kota Malang langsung dituntaskan Dr Koen Irianto melalui aksi cepat pembangunan jamban sehat bagi warga kurang mampu di wilayah Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen.

Temuan OD Muncul Saat Verifikasi STBM

Verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar pada 24 April 2026 bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menemukan satu keluarga yang belum memiliki fasilitas jamban layak. Kondisi ini menunjukkan masih adanya praktik open defecation (OD) atau buang air besar sembarangan (BABS).

Temuan tersebut menjadi perhatian serius Dr. Koen Irianto Uripan yang menilai masalah ini harus segera diselesaikan agar capaian Pilar 1 STBM bisa mencapai 100 persen.

Aksi Cepat Tuntaskan Temuan Lapangan

Tanpa menunggu program lanjutan, Dr. Koen langsung bergerak membantu dengan membangun jamban sehat menggunakan biaya pribadi. Ia memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

“Hari ini saya bersama tim hadir di Malang untuk membantu sekaligus menuntaskan temuan pada pilar 1 saat verifikasi STBM 5 Pilar beberapa waktu lalu bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap temuan OD harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata di lapangan.

“Kita tidak boleh berhenti pada data temuan. Ketika ada OD, harus segera diselesaikan. Kita bantu sarana, kita edukasi, dan kita dampingi sampai perilaku masyarakat benar-benar berubah,” tegasnya.

Fokus Perubahan Perilaku dan STBM 5 Pilar

Dr. Koen menekankan bahwa STBM tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh.

“Pilar 1 memang prioritas, tetapi semua pilar harus berjalan bersama. Mulai dari cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum, hingga pengelolaan limbah rumah tangga. Ini harus menjadi budaya,” jelasnya.

Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

Dinas Kesehatan Apresiasi Langkah Nyata

Koordinator Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kusningtyas memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Dr. Koen dalam menuntaskan temuan OD.

“Kami sangat mengapresiasi aksi nyata ini. Penanganan STBM memang membutuhkan kolaborasi semua pihak, dan langkah Dr. Koen menjadi contoh konkret di lapangan,” ujarnya.

Lurah Sebut Dampak Langsung Dirasakan Warga

Lurah Oro-oro Dowo, Solikin, S.E., menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Ia menilai intervensi tersebut membawa dampak signifikan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Tidak hanya menyelesaikan persoalan OD, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi sehat,” katanya.

Ia berharap kesadaran warga terus meningkat sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat.

Edukasi Lapangan Jadi Pendekatan Efektif

Selain membangun jamban, Dr. Koen juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa edukasi tidak harus dilakukan secara formal.

“Edukasi bisa dilakukan di mana saja. Justru di tengah masyarakat, pesan lebih mudah diterima dan langsung dipraktikkan,” ungkapnya.

Malang Semakin Dekat STBM 100 Persen

Dengan tuntasnya temuan OD di Oro-oro Dowo, Kota Malang semakin mendekati target STBM 5 Pilar secara menyeluruh, khususnya capaian penuh pada Pilar 1.
Langkah cepat ini menunjukkan bahwa kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata mampu mempercepat terwujudnya sanitasi layak bagi seluruh masyarakat. (Wk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *