SURABAYA – Jam’iyah Al Khoiriyah yang terdiri dari alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan kembali menggelar kegiatan pengajian rutin dua bulanan pada Senin malam Selasa, 20 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Ustadz Holil yang berlokasi di Jalan Kalianak Timur Gang Lebar No.156, RT 09/RW 07, Morokrembangan, Surabaya.
“Acara tersebut dihadiri oleh majelis kyai dari Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan, Baturasang, Tambelangan, Sampang, Madura. Turut hadir pula Ketua Jam’iyah Al Khoiriyah, Ustadz Moh. Amin Badruddin, serta Sekretaris Ustadz Holili Hasan, bersama para alumni dan simpatisan yang memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan pra-acara berupa pembacaan sholawat yang diiringi oleh grup hadrah Al Banjari. Suasana religius semakin terasa dengan lantunan Rotibul Haddad yang dibaca secara berjamaah, menciptakan nuansa kekhusyukan sejak awal kegiatan.
Memasuki acara inti, rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Selanjutnya, para jamaah bersama-sama melantunkan berbagai sholawat, di antaranya Sholawat Nariyah dan Sholawat Jailani. Tidak hanya itu, pembacaan tahlil dan Syarofal Anam juga menjadi bagian penting dalam rangkaian acara tersebut.
“Puncak kegiatan diisi dengan kajian kitab Muhtarul Ahadist an-Nabawiyah yang disampaikan oleh KH. A. Ghozali MF. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para jamaah untuk terus memperdalam pemahaman terhadap hadits-hadits Nabi sebagai pedoman hidup sehari-hari, sekaligus memperkuat keimanan dan akhlak.
Setelah kajian, acara dilanjutkan dengan pembacaan Ismul A’dzom yang diikuti dengan penuh kekhidmatan oleh seluruh jamaah. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian acara membawa berkah dan keberkahan bagi semua yang hadir.
Pengajian rutin ini menjadi salah satu wadah penting dalam mempererat tali silaturahmi antar alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan, sekaligus sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara konsisten setiap dua bulan sekali, diharapkan Jam’iyah Al Khoiriyah dapat terus menjadi penggerak kegiatan keagamaan yang membawa manfaat luas bagi umat. (Red)












