TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan 110 unit rumah layak huni bagi masyarakat nelayan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Habitat for Humanity Indonesia, koperasi, Komida, serta para donatur. Peresmian dilaksanakan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan 110 unit rumah sehat dan layak huni yang kini telah ditempati masyarakat nelayan.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama Habitat, koperasi, Komida, dan para donatur meresmikan 110 rumah layak huni yang sudah ditempati warga nelayan di Tanjung Kait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan dimulai sejak 2024 dan diperuntukkan bagi nelayan yang sebelumnya tidak memiliki tanah maupun hunian tetap. Melalui kolaborasi multipihak, kini para nelayan memiliki rumah yang sehat, aman, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.
Selain pembangunan rumah, Pemkab Tangerang melengkapi kawasan dengan fasilitas pendukung berupa penyediaan air bersih, pembangunan jalan beton dan paving lingkungan, balai warga, serta Posyandu.
“Ke depan, kami juga akan membangun penerangan jalan umum (PJU) serta merancang sarana pendidikan apabila jumlah penduduk terus bertambah,” imbuhnya.
Pemkab Tangerang turut memberikan dukungan pemberdayaan ekonomi melalui bantuan alat tangkap ikan, cool box, dan sarana penunjang lainnya untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Pemerintah juga mendorong istri nelayan mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan keluarga.
“Kami senang melihat warga kini punya rumah, punya tanah, dan punya aktivitas usaha. Inilah kebanggaan kita bersama,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.
Lebih lanjut, ia menegaskan program revitalisasi rumah nelayan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir berpenghasilan rendah melalui penyediaan hunian layak, akses kepemilikan lahan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang lingkungan sehat dan aman.
Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyampaikan program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat akan kepastian hunian yang sehat, aman, dan nyaman.
“Melihat keluarga-keluarga di Tanjung Kait kini memiliki rumah yang aman adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Semoga ini menjadi fondasi kuat untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Salah satu penerima manfaat, Sutrisno, nelayan Kampung Tanjung Kait, mengaku terharu.
“Dulu kami tinggal di rumah yang sangat sederhana. Sekarang alhamdulillah sudah punya rumah yang nyaman dan aman untuk keluarga,” ucapnya.
Ia berharap bantuan sarana penunjang melaut dapat meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan keluarganya.













