Gelombang Protes DPR Memanas, Tewaskan Satu Demonstran dan Picu Kerusuhan

Jakarta, liputan7aktual.com, 30 Agustus 2025 — Aksi protes menolak kebijakan tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan sejak 25 Agustus 2025 terus meluas. Ribuan massa turun ke jalan di depan Gedung DPR RI, menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal di tengah kesulitan ekonomi rakyat.

Amarah publik semakin membesar setelah beredar video sejumlah anggota DPR berjoget usai rapat. Simbol ketidakpekaan itu memicu gelombang demonstrasi lanjutan hingga Jumat (29/8), ketika aksi berujung tragedi. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), tewas tertabrak kendaraan taktis milik kepolisian.

 

Kematian Affan menyalakan bara baru di hati rakyat. Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari 213 organisasi langsung mengecam keras tindakan aparat dan mengajukan 12 tuntutan, mulai dari pembebasan demonstran yang ditahan hingga desakan agar Presiden mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa mendalam dan berjanji memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban. Ia menegaskan tragedi ini akan diusut tuntas dan aparat yang bersalah akan diproses sesuai hukum.

Namun, gelombang kemarahan tidak berhenti di Jakarta. Pada Jumat malam (29/8), Gedung DPRD Kota Makassar dibakar massa saat rapat paripurna masih berlangsung. Wali Kota Munafri Appi Arifuddin bersama legislator dievakuasi darurat. Kobaran api menghancurkan gedung bersejarah itu dan massa kemudian bergerak menuju DPRD Sulawesi Selatan.

Kekacauan berlanjut Sabtu dini hari (30/8), ketika ribuan massa menyerang Mapolres Jakarta Timur. Tujuh mobil terbakar akibat lemparan bom molotov, sementara lima kantor polisi lain juga menjadi sasaran serangan beruntun. Polisi menembakkan gas air mata dan menangkap beberapa orang yang diduga pelaku.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan demokrasi Indonesia tengah menghadapi ujian berat. Tewasnya seorang demonstran, kerusuhan di Makassar, hingga serangan ke kantor polisi memperlihatkan betapa seriusnya krisis kepercayaan rakyat terhadap wakil dan aparat negara. (Red)*

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *