LIPUTAN 7 AKTUAL, PACITAN, – Konflik yang melanda Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan memasuki babak baru setelah Sekretaris GMNI Komisariat STKIP PGRI Pacitan, Fito Permana, mengumumkan pengunduran dirinya. Keputusan ini terjadi setelah muncul berbagai kritik tajam dari sejumlah kader terhadap proses pemberian rekomendasi calon ketua dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IV GMNI Pacitan yang dinilai tidak transparan dan tidak mencerminkan semangat gotong royong.
Dalam sebuah pesan yang dibagikan melalui grup WhatsApp internal GMNI Pacitan, Fito menyampaikan permohonan maaf sekaligus penjelasan terkait keputusannya untuk mundur.
“Tanpa mengurangi rasa hormat dan dengan mempertimbangkan segala dinamika yang terjadi, mohon izin bung dan sarinah semua saya izin mengundurkan diri. Atas beberapa pertimbangan juga dan menurut hemat saya, proses kemarin belum memenuhi kaidah gotong royong yang mana seharusnya mampu menjadi representasi aspirasi bersama,” tulis Fito dalam pesan tersebut.
Keputusan ini sekaligus menjadi pengakuan atas adanya kekeliruan dalam pelaksanaan proses rekomendasi yang selama ini diprotes oleh sejumlah kader. Sebelumnya, banyak pihak menyoroti ketidakterbukaan Badan Pengurus Harian (BPH) GMNI Komisariat STKIP PGRI Pacitan, yang dianggap tidak transparan dan tidak melibatkan seluruh kader secara demokratis dalam pengambilan keputusan penting.
Langkah Fito untuk mengundurkan diri mendapat berbagai tanggapan dari kader GMNI Pacitan. Beberapa kader menyambut baik keputusannya sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Kami menghargai keputusan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap kesalahan yang telah terjadi. Namun, langkah ini seharusnya menjadi awal untuk perbaikan yang lebih besar, bukan sekadar pengunduran diri,” ujar Saudah kader GMNI Pacitan.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












