Gelaran Konfercab IV GMNI Pacitan Berujung Konflik Internal

LIPUTAN7 AKTUAL, PACITAN, – Perhelatan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan yang seharusnya menjadi momentum konsolidasi organisasi justru berujung pada konflik internal. Sejumlah kader menolak keputusan sepihak yang diambil oleh KSB GMNI Komisariat STKIP PGRI Pacitan terkait rekomendasi calon ketua GMNI Pacitan.

Keputusan tersebut dinilai tidak menghiraukan pertimbangan forum dan dianggap tidak akomodatif terhadap suara serta kepentingan anggota. Hal ini memicu ketegangan di antara para kader yang merasa bahwa proses pengambilan keputusan tidak sesuai dengan prinsip musyawarah dan demokrasi yang menjadi dasar organisasi.

Menurut Saudah, salah satu kader GMNI Pacitan sekaligus pengurus aktif DPK GMNI STKIP PGRI Pacitan, keputusan KSB tersebut diambil tanpa konsultasi atau pembahasan terbuka di forum resmi.

“Kami merasa aspirasi kami tidak didengar. Keputusan ini mencerminkan sikap otoriter dan tidak menghormati prinsip keterbukaan,” ujar Saudah kepada wartawan pada Selasa, 10 Desember 2024.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perpecahan di tubuh organisasi. Para kader yang merasa dirugikan mendesak agar keputusan tersebut ditinjau ulang dan bahkan menginginkan Konfercablub.

Lebih lanjut, Saudah menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan yang tidak demokratis dapat merusak keharmonisan dalam tubuh organisasi dan membahayakan keberlanjutan perjuangan GMNI ke depan. “Kami mengharapkan agar organisasi GMNI dapat kembali pada prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya, dengan melibatkan seluruh pengurus komisariat dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama,” tambahnya.

“Kami tegas menolak terhadap keputusan sepihak yang diambil oleh KSB GMNI Komisariat STKIP PGRI Pacitan terkait rekomendasi calon ketua GMNI Pacitan pada perhelatan Konfercab GMNI ke IV. Mereka mengambil keputusan tanpa memperhatikan pertimbangan forum, serta tidak mencerminkan semangat keterbukaan dan pengakomodasian aspirasi anggota,” pungkas Saudah.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Penulis: Jefri Asmoro Diyatno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *