LIPUTAN7 AKTUAL, PACITAN, – Konflik dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan semakin memanas. Penolakan terhadap keputusan sepihak yang diambil oleh KSB GMNI Komisariat STKIP PGRI Pacitan kini tidak hanya datang dari internal komisariat tersebut, hal serupa juga terjadi pada Komisariat Mohammat Hatta (gabungan AKN, STAINU, dan STAIFA).
Jefri Asmoro Diyatno, anggota Komisariat Mohammat Hatta, turut melayangkan protes keras atas keputusan tersebut. Ia menilai bahwa keputusan yang diambil oleh KSB tidak memiliki pertimbangan yang logis dan rasional, serta terkesan memaksakan kehendak tanpa mengakomodasi suara forum.
“Memilih pemimpin itu harus didasarkan pada berbagai aspek, terutama tanggung jawab, komitmen terhadap organisasi, serta rekam jejak atau track record calon. Bukan sekadar keputusan sepihak yang mengabaikan nilai musyawarah,” tegas Jefri pada Rabu, 11 Desember 2024.
Penolakan ini menambah tekanan terhadap KSB GMNI Komisariat STKIP PGRI Pacitan yang sebelumnya telah dikecam oleh kader-kader di lingkup internalnya. Para penolak menilai bahwa langkah KSB tidak sesuai dengan prinsip demokrasi yang menjadi ruh dalam organisasi GMNI.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












