Lampung ,Liputan7aktual.com,Teex shoo penulis buku rapot merah sang jendral listiyo sigit turun di Lampung,hal ini di katakan oleh Ahmad Bahar sang penulis buku tersebut pada hari Selasa/11/3/26)
Menurutnya Ahmad sang penulis Buku per judul Rapot merah sang jendral listiyo sigit,mengartikan kegagalan besar dalam memimpin polri,ke Napa tidak, salah satu polres di indonesia ini terseret dengan bisnis terlarang/Narkoba,ini kan menjadi contoh bagi pimpinan seorang kapolri,mungkin ini nanti juga ada juga di tubuh polri lainya yang bermain barang haram tersebut,
Polri gembar gembor hanguskan narkoba basmi narkoba, tapi nyatanya di tubuh polri sendiri ada bandar narkoba yang saat ini terseret hukum.
Selain menyoroti aspek kepemimpinan, buku tersebut juga membahas implementasi reformasi kepolisian. Bahar menilai sejumlah persoalan klasik di tubuh Polri masih terjadi, seperti dugaan kriminalisasi hukum dan penegakan hukum yang dinilai belum konsisten.
Maka dari itu .Ahmad Bahar saat sho di Lampung dengan menunjukan bukunya ,Berjudul Rapot merah sang jendral listiyo sikit, para pemudah untuk bermain konten tulis Tixtoker yutube kritik polri demi untuk kemajuan bangsa dan negara,dan para pemuda jauhi narkoba.
Dia juga menyinggung jargon Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang menjadi program unggulan Polri. Menurutnya, konsep tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam praktik di lapangan. Keluhan masyarakat, seperti lambannya penanganan laporan hingga muncul istilah “No Viral No Justice”, disebut masih sering terdengar.
Lanjut,Bahar saat ini kami sudah mencetak sekitar 3000 Eksemplar,Buku ber judul Rapot merah sang jendral listiyo sikit yang siap untuk di edarkan di tiap titik propinsi di seluruh Indonesia,guna dan tujuannya buku ini kami edarkan untuk pembenahan di tubuh polri,supaya polri yang di pimpin oleh jendral listiyo sigit tidak kebablasan dalam melaksanakan tugas fungsi sebagai polri,porli jangan main narkoba,cetus Bahar kritik keras polri(Sam)












