SURABAYA, Kamis (13/8/2026) — Momentum istimewa dirasakan keluarga besar SMAK Frateran Surabaya. Tahun ini, salah satu lembaga pendidikan yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap pembentukan karakter dan prestasi peserta didik tersebut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63.
Perjalanan selama lebih dari enam dekade menjadi bukti panjangnya kiprah SMAK Frateran Surabaya dalam dunia pendidikan. Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, sekolah tersebut terus berupaya menjaga nilai-nilai pendidikan sekaligus menyiapkan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat “Frateran Miniatur Indonesia”, SMAK Frateran Surabaya tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi tempat bertemunya peserta didik dari berbagai latar belakang. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun sikap toleransi, persaudaraan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat untuk terus berkembang.
Kepala SMAK Frateran Surabaya, Fr. William Satel Sura BHK, S.Pd., M.M., menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan untuk bersaing di tingkat global.
Menurutnya, pendidikan pada era saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian nilai.
Peserta didik harus dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta karakter yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan SMAK Frateran Surabaya memasuki usia ke-63 tahun.
“Frateran Miniatur Indonesia” menjadi gambaran bagaimana keberagaman dapat dirawat dalam satu lingkungan pendidikan.
Perbedaan suku, budaya, daerah, maupun latar belakang bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan belajar satu sama lain.
Dari lingkungan pendidikan yang beragam tersebut, SMAK Frateran Surabaya berupaya mencetak generasi yang memiliki wawasan luas sekaligus mampu membawa nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Usia 63 tahun juga menjadi momentum refleksi. Perjalanan panjang sekolah tentu tidak terlepas dari kontribusi para pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, alumni, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar SMAK Frateran Surabaya.
Dedikasi para guru dan tenaga pendidik menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan tersebut. Mereka tidak hanya menjalankan tugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mendampingi peserta didik dalam menemukan potensi, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan karakter.
Sementara itu, para siswa menjadi bagian penting dari wajah SMAK Frateran Surabaya hari ini dan masa depan. Berbagai prestasi yang lahir dari lingkungan sekolah menjadi gambaran bahwa proses pendidikan yang dilakukan terus diarahkan untuk menghasilkan generasi yang mampu menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.
Semangat berprestasi pun tidak semata-mata dimaknai sebagai perolehan penghargaan. Lebih dari itu, prestasi merupakan proses panjang yang membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, konsistensi, keberanian mencoba, serta kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan.
Karena itu, peringatan HUT ke-63 SMAK Frateran Surabaya menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan proses membangun manusia seutuhnya.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang semakin pesat, generasi muda dituntut memiliki kemampuan lebih dari sekadar menguasai teknologi. Mereka juga harus mempunyai integritas, empati, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab dalam menggunakan berbagai kemajuan teknologi.
SMAK Frateran Surabaya berupaya menjawab tantangan tersebut dengan terus mengembangkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi karakter sekolah.
Semangat “mencetak generasi berprestasi dan berdaya saing global” menjadi bagian dari cita-cita tersebut. Generasi yang dibentuk bukan hanya dipersiapkan untuk berkompetisi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi pribadi yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Memasuki usia ke-63, SMAK Frateran Surabaya diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi unggul. Semangat kebersamaan, keberagaman, prestasi, dan karakter menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa mendatang.
Semoga perjalanan panjang tersebut menjadi pijakan untuk terus melangkah, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.
Dari Frateran Miniatur Indonesia, diharapkan terus lahir generasi muda yang berkarakter, berprestasi, memiliki wawasan global, serta siap menjadi bagian dari masa depan Indonesia. (Wk)












