Konsolidasi Besar PANNA Jatim di Surabaya, Perkuat Barisan Lawan Penyalahgunaan NAPZA

SURABAYA — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pergerakan Anti Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (PANNA) Jawa Timur menggelar pertemuan konsolidasi yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan di Hotel Sahid Surabaya, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW PANNA Jatim, Oscar, bersama seluruh jajaran pengurus serta anggota dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal organisasi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan NAPZA.

Dalam suasana penuh keakraban, forum ini diisi dengan diskusi interaktif, tukar gagasan, serta evaluasi terhadap program kerja yang telah berjalan. Para peserta tampak antusias menyampaikan pandangan serta pengalaman di lapangan, sehingga menghasilkan berbagai rekomendasi yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas gerakan PANNA di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Oscar menegaskan bahwa tantangan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) di Jawa Timur masih menjadi persoalan serius, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh anggota PANNA untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

“PANNA Jatim harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan. Kita tidak boleh hanya bergerak secara seremonial, tetapi harus turun langsung memberikan edukasi, pendampingan, dan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Oscar juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memerangi penyalahgunaan NAPZA. Menurutnya, sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, hingga komunitas lokal menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba.
Pertemuan ini juga membahas sejumlah program unggulan yang akan menjadi fokus PANNA Jatim ke depan.

Di antaranya adalah penguatan kampanye anti-NAPZA di lingkungan sekolah dan kampus, pelatihan relawan sebagai agen perubahan di masyarakat, serta pengembangan jaringan organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Selain itu, forum ini menjadi ruang terbuka bagi seluruh anggota untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal ini dinilai penting guna memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.

Tidak hanya sebagai agenda formal organisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar anggota PANNA Jatim. Keakraban yang terbangun diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk terus meningkatkan peran aktif dalam memerangi penyalahgunaan NAPZA serta menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.
Dengan semangat kolektif yang kuat dan sinergi yang terus dibangun, PANNA Jatim optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Jawa Timur yang bersih dari penyalahgunaan NAPZA. (Wiwik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *