LIPUTAN7 AKTUAL, PACITAN, – Kabupaten Pacitan, yang terletak strategis di ujung barat daya Jawa Timur, tengah mengkaji rencana pembangunan bandara sebagai bagian dari strategi pengembangan wilayah jangka panjang. Langkah ini diyakini akan menjadi kunci untuk meningkatkan aksesibilitas, menarik investor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.
Saat ini, konektivitas Pacitan masih sangat bergantung pada jalur darat yang terbatas dan memakan waktu lama. Kondisi ini menghambat perkembangan sektor unggulan daerah, seperti perikanan tangkap, pertanian hortikultura, dan UMKM yang berbasis kerajinan dan olahan pangan. Potensi pariwisata yang besar, dengan destinasi unggulan seperti Pantai Klayar, Watu Karung, Teleng Ria, Goa Gong, dan Sungai Maron, juga terkendala aksesibilitas yang minim.
Bambang Margono, anggota DPRD Kabupaten Pacitan, menjelaskan bahwa pembangunan bandara bertujuan untuk mendorong peran serta investor dan pengembangan daerah secara menyeluruh.
“Rencana pembangunan bandara ini sebenarnya menjadi bagian dari upaya mendorong peran serta investor dan juga untuk pengembangan daerah,” kata Bambang kepada wartawan, pada, Rabu 18 Juni 2025.
Selain bandara, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan hotel berbintang dan percepatan proyek jalan tol. Bambang optimistis, “Dengan adanya Bandara dan Hotel, serta pembangunan jalan tol, PAD kita sedikit demi sedikit akan meningkat.”
Dengan hadirnya bandara, mobilitas masyarakat dan barang akan meningkat signifikan. Peluang pasar untuk produk lokal akan meluas, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, tidak hanya bertumpu pada sektor primer, tetapi juga sektor jasa dan logistik. Pembangunan bandara diharapkan mampu menjadikan kawasan selatan Jawa Timur sebagai “Koridor Pertumbuhan Baru”.
Proyek ini juga diyakini akan mampu meningkatkan daya tarik wisata dan mendatangkan investor. “Bagaimanapun itu bisa mendatangkan para investor, selain itu juga bisa menambah daya tarik para wisatawan,” Pungkas Bambang.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












