JEMBER – Di tengah geliat ekonomi rakyat yang terus mencari ruang tumbuh, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menghadirkan sebuah panggung harapan. Bertempat di Cafe Rumput, Jalan Merak, Kabupaten Jember, Sabtu (25/4/2026), MAKI Jatim menggelar rilis resmi bersama awak media terkait kesiapan pelaksanaan UMKM FES 2026 sebuah agenda strategis yang tak sekadar pameran, melainkan gerakan kolektif membangkitkan ekonomi berbasis kerakyatan.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh kunci di balik perhelatan besar tersebut. Hadir Ketua Pelaksana Hudan, konseptor acara yang dikenal sebagai Mas Dana (Mas Jana), Koordinator MAKI Jawa Timur Heru Satriyo, serta Direktur CV Kalinda, Ibu Yulis, yang bertindak sebagai Event Organizer.
Dalam paparannya, Heru Satriyo menegaskan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai 80 persen. Angka tersebut bukan sekadar capaian teknis, melainkan cerminan keseriusan dalam menghadirkan event berkualitas yang berpihak pada pelaku usaha kecil dan menengah.
“Ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah momentum. Ketika kesiapan sudah mencapai 80 persen, maka keterbukaan kepada publik menjadi bagian dari tanggung jawab kami,” ujarnya, menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap langkah.
UMKM FES 2026 sendiri akan mengusung tajuk besar “Jatim Specialty Kopi, Tembakau dan UMKM FES 2026” sebuah konsep yang merangkum kekuatan lokal dalam satu panggung terintegrasi. Dari kopi yang mengakar di lereng-lereng pegunungan hingga tembakau yang menjadi denyut ekonomi petani, semuanya akan hadir sebagai wajah autentik Jawa Timur.
Hudan, selaku Ketua Panitia, menyampaikan optimisme bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Jember.
“Kami tidak hanya menyiapkan acara, tetapi juga ekosistem. Harapannya, ini menjadi ruang tumbuh, ruang bertemu, sekaligus ruang naik kelas bagi UMKM,” ungkapnya.
Di balik megahnya konsep acara, peran Mas Dana sebagai arsitek utama tak bisa dipandang sebelah mata. Ia merancang keseluruhan alur kegiatan dengan pendekatan yang matang dan kolaboratif mulai dari kurasi tenant hingga desain interaksi antar pelaku usaha.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap elemen dalam acara ini punya makna. Bukan hanya ramai, tapi berdampak,” jelasnya.
Ia juga berperan sebagai penghubung utama lintas sektor, memastikan sinergi antar pihak berjalan solid.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, UMKM FES telah menjelma menjadi agenda tahunan yang dinantikan. Tahun ini, Jember kembali dipercaya sebagai tuan rumah, mengingat posisinya sebagai salah satu sentra unggulan kopi, tembakau, dan cerutu di Jawa Timur.
Tak hanya itu, momentum ini juga akan diperkuat dengan rencana peluncuran “Surga Kopi Indonesia” sebuah branding besar yang tengah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah sebagai upaya mengangkat identitas Jember ke level nasional bahkan global.
Kolaborasi menjadi kata kunci dalam perhelatan ini. Sebanyak 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur dipastikan ambil bagian, mulai dari sektor kehutanan, pertanian, hingga pendidikan. Dukungan juga mengalir dari berbagai instansi strategis serta pemerintah daerah lain, termasuk partisipasi dari Nganjuk dan Buleleng.
Sinergi lintas sektor ini menjadi fondasi kuat bagi UMKM FES 2026 untuk tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga katalis pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih dari sekadar pameran, UMKM FES 2026 adalah pernyataan bahwa ekonomi rakyat memiliki masa depan yang cerah ketika dikelola dengan visi, kolaborasi, dan integritas. Dari Jember, harapan itu disuarakan bahwa kekuatan lokal, jika dirawat dengan serius, mampu menjadi penopang utama ekonomi nasional. (Wiwik)












