Warga Gunung Doh Tanggamus Desak Pemerintah Segera Bangun Bronjong: Ancaman Banjir Kian Mengkhawatirkan

Liputan 7aktual.com, Tanggamus, Lampung – Warga Pekon (desa) Gunung Doh, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, kembali menyuarakan keluhan mereka terhadap lambannya respons pemerintah terkait ancaman longsor dan banjir yang terus menghantui wilayah mereka.

Menurut keterangan warga, sejak tahun 2022 mereka telah berulang kali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar segera dilakukan pembangunan bronjong atau penguat tebing di sepanjang aliran sungai yang rawan longsor. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut atau perhatian nyata dari pihak pemerintah.

Kepala Pekon Gunung Doh, bersama beberapa perangkat pekon, telah menyampaikan kondisi darurat ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus. Bahkan, pagi tadi Kepala Pekon mendatangi Kantor BPD dan bertemu langsung dengan Bapak Muzakkir, namun belum mendapatkan tanggapan dari dinas terkait.

“Sudah lama kami sampaikan permohonan, bahkan sejak 2022, tapi tidak ada realisasi. Sekarang tanggul makin kritis, empat rumah hampir hanyut karena longsor. Kami tidak bisa terus menunggu sampai bencana lebih besar terjadi,” ungkap Suhardi, Kepala Biro Pres Center Telan 7 untuk wilayah Tanggamus.

Desa Gunung Doh saat ini berada dalam status Siaga 1 mengingat banjir bisa datang sewaktu-waktu, baik dari aliran sungai di pinggir desa maupun dari limpahan air dari dataran tinggi. Selain Gunung Doh, desa tetangga seperti Banding dan beberapa kawasan di Kecamatan BNS juga terdampak.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Pemerintah Provinsi Lampung segera mengambil langkah nyata sebelum bencana besar benar-benar terjadi.

“Sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah. Kami tidak tahu kenapa kondisi ini terus dibiarkan. Kami hanya ingin keselamatan warga dijamin,” tutup Suhardi. ( Reporter Liputan7aktual.com )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *