Lampung timur,liputan7aktual com,Kasus dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di SMP Negeri Satu Atap, Desa Sindang Anom, Kecamatan Sekampung udik, Kabupaten Lampung Timur.
Seorang orang tua murid, Ibu miswati, mengungkapkan bahwa dana bantuan pendidikan untuk anaknya diduga dicairkan tanpa sepengetahuan penerima manfaat, bahkan terjadi di tanggal20-04-2026 ketika anaknya masih bersekolah SMP satu atap, dan baru diketahui setelah kini anaknya duduk mau lulus SMP.
“Awalmulanya siswa berinisial (RI) mendapat PIP di bulan Juni 2026,ketika mau mengambil uang menggunakan ATM dengan wali murid ternyata tidak bisa di ambil karna ATM nya rusak,dikarnakan tidak bisa di ambil di uruslah kepihak Bank harus mmpunyai buku rekening,tapi RI tidak mempunyai buku rekening, terpak RI di suruh minta surat pengantar dari sekolah minta surat kehilangan buku rekening dari polsek setempat,padahal RI bukan kehilangan buku rekening tapi memang tidak di kasih buku rekening dari awal mula mendapatkan PIP,” turur ibu miswati
Setelah terbit rekening di tanggal 19-06-2026
Ternyata ada bukti transaksi keluar senilai 2.772.00rupiah di bulan April 20-04-2026,”Dana PIP senilai Rp2. 772(dua juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu)
di dalam buku atas nama anak saya katanya sudah masuk rekening, tapi uangnya langsung raib hanya tersisa 379 ribu saja yang bisa dia ambil di bulan Juni2026 .
Saya tidak tahu ada rekening baru atau kartu ATM-nya. Kami tidak pernah terima apa-apa,” ujarnya dengan nada kecewa.
Lanjut ibu miswati wali murid
“Ia menambahkan, tidak pernah ada sosialisasi dari pihak sekolah mengenai mekanisme pencairan dana, pembagian buku rekening, maupun pengeluaran kartu ATM, bahkan anaknya dari SDN1 Sindang Anom dulu memang tidak pernah di kasih Buku Rekening,hanya memegang kartu ATM saja,”
Saya mendapatkan Buku rekening ini karena ATM nya rusak tidak dapat melakukan penarikan makanya saya di arahkan bikin buku rekening baru ke pihak Bank BRI pugung raharjo, dari Terbitnyabuku rekening saya lihat kok ada bekas transaksi 2.772.000.(dua juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu rupiah) di bulan 20-04-2026.itu lah saya curiga kok ada uang di rekening PIP sedangkan saya tidak pernah melakukan pengambilan,
dan keterangan dari wali murid (RI) hanya 3 kali mengambil uang, waktu SD anak saya mengambil dana PIP itu hanya sekali, SMP kelas 1 sekali kelas 3 SMP ini pas mau kelulusan ini sekali saja,
Saat dikonfirmasi, pihak Sekolah Pak seneng selalu PLT SMP Negeri Satu atap mengatakan bahwa setiap transaksi harus melalui pihak sekolah karna hartu si sertakan beberapa persyaratan baik surat pengantar dari pihak sekolah, tapi masalahnya ini kami tidak tau urusan nya wali murid dengan pihak Bank,coba tanyakan ke pihak bank saja,
Kami tidak bisa memberikan komentar mengenai permasalahan ini,Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Timur.
Wali murid menegaskan bahwa ia tidak Terima atas hilangnya uang di rekening tersebut karna itu hak anaknya, sangat merasa dirugikan karna harusnya bisa jadi biyaya sekolah si (RI), tolong masalah ini cepat di selesaikan,tutup miswati, kutip Deki(Samsi)












