Iran mengizinkan kapal dari Malaysia dan Thailand melintasi Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Izin tersebut diberikan setelah kedua negara melakukan dialog diplomatik langsung dengan otoritas Iran, membuka akses terbatas di salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan energi global.
Namun, situasi berbeda dialami Indonesia. Dua kapal berbendera Indonesia masih tertahan di kawasan tersebut, sementara pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak Iran untuk memperoleh izin melintas. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana dinamika geopolitik dapat berdampak langsung pada jalur distribusi dan kepentingan nasional di tingkat global.












