LIPUTAN7 AKTUAL, PACITAN, – Festival Ronthek Pacitan (FRP) 2025 telah usai, namun semangatnya masih bergema, khususnya di Kecamatan Donorojo. Ronthek Garu Bumi, perwakilan dari kecamatan tersebut, berhasil meraih gelar Penyaji Harapan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 01/PANITIAFRP2025/VII/2025.
Dengan perolehan 248 poin dari penilaian tiga dewan juri (Joko Suranto, Joko Winarko, dan Gunarto), Ronthek Garu Bumi menunjukkan penampilan yang kompetitif, bersaing ketat dengan peserta dari Kecamatan Bandar dan Pringkuku.
Namun, prestasi Ronthek Garu Bumi bukan hanya diukur dari skor. Mereka menampilkan pertunjukan yang mengangkat tema “Bertani sebagai Filosofi Hidup,” menunjukkan identitas dan semangat masyarakat Donorojo. Setiap gerakan, kostum, dan komposisi musik bercerita tentang kehidupan agraris yang turun-temurun di wilayah barat Pacitan tersebut.
Camat Donorojo, Nasrul Hidayat, mengungkapkan kebanggaannya dan menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim Ronthek Garu Bumi. Baginya, penampilan ini adalah bukti seni budaya sebagai medium penyampaian nilai-nilai luhur.
“Melalui Ronthek Garu Bumi, kami ingin dunia tahu bahwa bertani adalah peradaban, bukan sekadar pekerjaan,” ujar Nasrul kepada wartawan Selasa, 15 Juli 2035, Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan pertunjukan tersebut.
Sementara itu, juara Penyaji Terbaik diraih Ronthek Rancak Bumbung (Kecamatan Pringkuku) dan Penyaji Unggulan diraih Ronthek Lembu Nawasena. Pada kategori pelajar SMA/sederajat, juara Penyaji Terbaik diraih Bregada Vokasi Adi Budaya SMKN Pacitan, Penyaji Unggulan diraih Sasana Kusuma Tuladha Budaya SMAN 1 Pacitan, dan Penyaji Harapan diraih Ronthek Aksoro MA Al Anwar.
Bagi masyarakat Donorojo, prestasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi simbol kebangkitan dan semangat warga pesisir yang kaya potensi namun sering kurang terekspos. Ronthek Garu Bumi menjadi media menyampaikan pesan pentingnya pertanian, pelestarian budaya, dan semangat gotong royong.
Nasrul berharap prestasi ini memotivasi generasi muda dan mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mendukung pengembangan seni-budaya desa. Ia ingin Ronthek Garu Bumi menjadi ikon budaya Donorojo.
Festival Ronthek Pacitan 2025 membuktikan seni rakyat sebagai wadah ekspresi sosial dan budaya yang kuat. Ronthek Garu Bumi, dengan tema pertaniannya, menunjukkan bahwa “bertani adalah laku spiritual”, dan Ronthek adalah panggungnya.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












