Israel Gempur Lebanon Selatan dan Sekitar Beirut, Korban Tewas Bertambah, Infrastruktur Lumpuh Parah

 

Liputan7aktual.com — Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat dengan target utama wilayah Lebanon selatan serta area di sekitar Beirut yang sebelumnya relatif aman. Dalam serangan terbaru, sedikitnya empat orang dilaporkan tewas setelah sebuah kendaraan dihantam di Kfar Rumman. Selain itu, rentetan serangan udara juga menghantam kawasan Jabal Amel di selatan Sungai Litani, termasuk Arzoun, Jouya, Hadatha, Jmeijmeh, Dbeibine, dan Haris, yang memperparah situasi keamanan dan memicu kepanikan warga sipil.

Militer Israel juga dilaporkan melancarkan serangan drone di dekat Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh al-Fawqa yang menewaskan satu orang dan melukai lainnya. Tidak hanya itu, sejumlah jembatan dan jalur transportasi penting di Lebanon selatan menjadi target, diduga sebagai strategi untuk memutus akses wilayah tersebut dari bantuan luar. Sejak invasi darat yang dimulai pada 16 Maret, eskalasi konflik ini semakin mengkhawatirkan, terutama setelah munculnya pernyataan pejabat Israel yang berencana menghancurkan banyak permukiman warga.

Dampak serangan Israel di Lebanon kini mengarah pada krisis kemanusiaan serius. Diperkirakan hingga 150.000 warga terisolasi akibat rusaknya infrastruktur vital dan terputusnya jalur distribusi bantuan. Pengamat menilai taktik ini menyerupai strategi perang sebelumnya, namun dengan dampak yang jauh lebih besar karena kondisi Lebanon yang sudah rapuh. Jika terus berlanjut, kehancuran ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menghambat pembangunan selama bertahun-tahun dan meningkatkan biaya pemulihan secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *