Pelindo Regional 3 Evakuasi Kapal Pacific 88 Usai Insiden Bongkar Muat di Dermaga Jamrud Selatan Tanjung Perak

SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 melakukan langkah tanggap darurat dengan mengevakuasi kapal Pacific 88 yang mengalami insiden saat sandar di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (2/2/2026).

Ketika kapal tengah menjalani proses bongkar muat (BM) petikemas.
Peristiwa bermula saat aktivitas bongkar muat sedang berlangsung. Secara tiba-tiba, kapal mengalami kemiringan ke arah darat sehingga kondisi kapal menjadi tidak seimbang.

Akibatnya, sejumlah petikemas terlepas dan jatuh ke laut di sisi dermaga. Situasi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Pelindo selaku pengelola pelabuhan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kemiringan kapal masih dalam proses investigasi oleh pihak-pihak terkait. Pelindo menyatakan akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses penyelidikan guna mengetahui faktor penyebab insiden serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pelindo Regional 3 segera melakukan respon cepat dengan mengamankan area terdampak dan menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional di sekitar lokasi kejadian.

Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko demi menjaga keselamatan personel, pengguna jasa pelabuhan, serta kelancaran penanganan insiden.

Pelindo juga langsung berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pihak terkait, antara lain Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Basarnas, Polairud, serta unsur instansi lainnya.

Koordinasi lintas lembaga tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan insiden, evakuasi, serta pengamanan berjalan secara terpadu dan optimal.
Berdasarkan laporan awal, insiden ini mengakibatkan satu orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dinyatakan masih belum ditemukan.

Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari Pelindo, Basarnas, Polairud, serta instansi terkait lainnya terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi secara intensif, baik di area perairan sekitar dermaga maupun di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik pencarian.

Sementara itu, proses evakuasi petikemas yang jatuh ke laut masih terus dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan. Pelindo memastikan bahwa setiap tahapan evakuasi dilaksanakan sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku. Apabila kondisi telah dinyatakan aman, aktivitas operasional pelabuhan di Dermaga Jamrud Selatan akan kembali dibuka dan dijalankan secara bertahap.

Pelindo menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan keselamatan kerja, koordinasi lintas pihak, serta transparansi informasi kepada publik. Perusahaan juga akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan insiden dan hasil investigasi sesuai dengan kondisi di lapangan.

Sebagai informasi, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan. Pelindo memiliki tugas, wewenang, dan tanggung jawab dalam mengelola pelabuhan yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

Dengan menjalankan bisnis inti sebagai penyedia fasilitas dan layanan jasa kepelabuhanan, Pelindo memegang peranan strategis dalam menjamin kelangsungan dan kelancaran angkutan laut nasional.

Melalui penyediaan prasarana dan sarana transportasi laut yang memadai, Pelindo diharapkan mampu terus menggerakkan serta mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah, demi mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia secara berkelanjutan. (Wiwik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *