Hardiknas 2026: Pendidikan Bermutu untuk Semua, Pemerataan Jadi Tantangan Utama

JAKARTA,Liputan7Aktual,com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk mengevaluasi arah pembangunan pendidikan di Indonesia.

Mengusung tema “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar,” peringatan tahun ini menegaskan pentingnya pemerataan akses dan kualitas pendidikan di tengah tantangan era digital dan globalisasi.

Seorang akademisi dan pemerhati pendidikan nasional, Assistant Professor MMMHS/HERSIT, menilai bahwa Hardiknas tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi titik evaluasi nyata terhadap capaian dan kekurangan sistem pendidikan nasional.

“Pertanyaannya sederhana, tetapi mendasar: apakah pendidikan kita sudah benar-benar memerdekakan, mencerdaskan, dan memanusiakan setiap anak bangsa?” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, semangat Merdeka Belajar yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak positif. Guru kini memiliki ruang lebih luas untuk berinovasi, sementara siswa mendapatkan kebebasan dalam mengembangkan minat dan bakat.

Berdasarkan data Asesmen Nasional 2025, terjadi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di sekitar 70 persen wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Capaian ini dinilai sebagai langkah maju dalam transformasi pendidikan nasional.

Meski demikian, tantangan besar masih membayangi, terutama dalam hal pemerataan mutu pendidikan. Kesenjangan akses masih dirasakan di berbagai wilayah, khususnya daerah terpencil.

“Tidak boleh ada lagi anak yang tertinggal karena jarak atau biaya. Teknologi harus menjadi solusi, bukan justru memperlebar kesenjangan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan akses teknologi pendidikan, termasuk jaringan internet dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), agar dapat menjangkau sekolah-sekolah di daerah terpencil seperti Papua dan wilayah 3T lainnya.

Selain itu, peran guru dinilai tetap menjadi kunci utama. Guru tidak hanya perlu didukung dari sisi kesejahteraan, tetapi juga diberikan kepercayaan serta pelatihan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Tak kalah penting, keterlibatan orang tua juga harus diperkuat sebagai mitra utama dalam proses pendidikan anak.

Semangat pendidikan nasional, lanjutnya, tetap berakar pada ajaran Ki Hadjar Dewantara, yakni “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani,” yang menekankan pentingnya keteladanan, semangat, dan dukungan dalam proses pendidikan.

Hardiknas 2026 pun menjadi ajakan bagi seluruh pihak untuk bergerak bersama memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan berkualitas.

“Pendidikan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang harapan yang tumbuh di setiap ruang kelas. Dari sanalah masa depan Indonesia dibangun menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

(Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *