Pangkep liputan7aktual.com – UPT Puskesmas Bonto Perak mengadakan kegiatan “Pemberdayaan Kader dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular, Imunisasi, serta Sosialisasi Kelurahan/Desa Sehat Iklim, bertempat di Aula UPT Puskesmas Bonto Perak Kelurahan Bonto Perak Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala UPT Puskesmas Bonto Perak Hj.Armiaty Arsyad.S.Tr.Kes, Lurah Sibatua Jamaluddin.SE, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Bonto Perak Wahida.S.Sos, Plt.Kepala UPT Tata Usaha Puskesmas Bonto Perak Abd Rahman.SKM, Petugas Imunisasi UPT Puskesmas Bonto Perak Fitria Kasim.S.Tr.Keb, Petugas Kesehatan Lingkungan UPT Puskesmas Bonto Perak Ratnawaty.SKM, Kader Posyandu, serta undangan lainnya.
Sambutan Kepala UPT Puskesmas Bonto Perak Hj.Armiaty Arsyad.S.Tr.Kes.
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sehat untuk kita semua. Terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah meluangkan waktunya hadir pada kegiatan hari ini. Pemberdayaan kader merupakan kunci dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di masyarakat. Kader adalah mitra puskesmas yang paling dekat dengan warga, sehingga peran aktif kader sangat menentukan keberhasilan program pencegahan penyakit menular dan tidak menular, pencapaian imunisasi lengkap, hingga terwujudnya Kelurahan Sehat Iklim. Mari kita satukan langkah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bonto Perak dan Sibatua.
Sosialisasi Petugas Kesehatan Lingkungan UPT Puskesmas Bonto Perak Ratnawaty.SKM.
Dalam sesi sosialisasi menyampaikan materi terkait peran kader dalam tiga fokus utama.
*1. Pencegahan dan Pengendalian PTM & PTM*: Kader didorong aktif melakukan deteksi dini melalui pengukuran tekanan darah, edukasi CERDIK, dan pelaporan kasus ke puskesmas.
*2. Imunisasi*: Memastikan seluruh sasaran bayi, balita, dan WUS mendapat imunisasi sesuai jadwal serta membantu mengatasi keraguan masyarakat melalui KIE.
*3. Desa/Kelurahan Sehat Iklim (Deksi)*: Mengajak kader menjadi penggerak adaptasi perubahan iklim melalui pemantauan jentik, pengelolaan sampah, penghijauan, dan edukasi dampak iklim terhadap kesehatan seperti DBD,Malaria,Diare dan Pneumonia.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, dan penyusunan rencana tindak lanjut bersama para kader sebagai komitmen untuk mengimplementasikan hasil pemberdayaan di wilayah masing-masing. (Abdullah Sangkala).












