JAKARTA, – Hasil investigasi awal PBB menunjukkan bahwa serangan artileri yang menghantam markas UNIFIL di Lebanon Selatan diduga berasal dari tembakan tank Merkava milik Israel. Temuan ini diperkuat dengan ditemukannya puing peluru tank di lokasi kejadian, memunculkan dugaan adanya upaya sabotase untuk memfitnah milisi Lebanon di tengah konflik yang memanas.
Insiden tersebut menewaskan prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, yang tengah menjalankan misi perdamaian bersama Kontingen Garuda. Ia gugur setelah serangan menghantam area Indobatt di Adshit Al-Qusyar pada 29 Maret 2026. TNI mengonfirmasi bahwa proses pemulangan jenazah sedang dilakukan, sementara insiden lanjutan dilaporkan kembali menewaskan dua prajurit Indonesia lainnya dalam ledakan terpisah yang masih dalam penyelidikan.
Di sisi lain, militer Israel membantah keterlibatan dan menyebut kemungkinan serangan berasal dari kelompok Hizbullah. Namun, hasil investigasi awal PBB justru mengarah pada temuan berbeda. Ketegangan ini memicu reaksi internasional, dengan sejumlah negara Eropa mendesak jaminan keamanan bagi pasukan perdamaian UNIFIL sesuai hukum internasional.












