Lampung,Liputan7 aktual.com  Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI), Hermansyah TR, SH, secara terbuka mengungkap dugaan mark up anggaran bernilai miliaran rupiah yang diduga terjadi di 15 dinas di lingkungan Pemerintah Kota Metro. Hal itu disampaikan Hermansyah usai menjalani pemeriksaan dan koordinasi dengan Subdit II direktorat kriminal umum (direskrimum) Polda Lampung.

Usai dimintai keterangan selama lebih dari satu jam di ruang Subdit direskrimum, Hermansyah menggelar jumpa pers di lobi Polda Lampung. Ia menegaskan bahwa laporan yang disampaikan IPLI bukan tudingan kosong, melainkan berbasis data dan indikasi kuat penyimpangan anggaran negara.“Ada beberapa dinas yang masih perlu dilengkapi laporan dan pembuktiannya di lapangan. Ini bukan perkara kecil, ini menyangkut uang negara,” tegas Hermansyah kepada awak media. Jumat, 30 Januari 2026.

Dari 15 dinas yang dilaporkan, Hermansyah menyebut secara terbuka Dinas Pendidikan Kota Metro dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sebagai bagian dari laporan awal yang telah disampaikan ke Polda Lampung.

Sementara untuk dinas-dinas lainnya, Hermansyah meminta publik bersabar dan menunggu langkah hukum aparat kepolisian.“Dinas yang lain tunggu saja. Kalau sudah dipanggil Polda Lampung, berarti proses hukum sedang berjalan. Kami tidak ingin mendahului penyidik, tapi kami pastikan laporan ini serius,” ujarnya dengan nada tegas.

Hermansyah juga menaruh harapan besar agar Polda Lampung bekerja profesional, objektif, dan tidak tebang pilih dalam mengusut dugaan mark up yang diduga telah menggerogoti keuangan negara hingga miliaran rupiah.“Kami berharap Polda Lampung benar-benar membuka tabir dugaan mark up ini. Negara tidak boleh dirugikan, dan siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab secara hukum,” pungkasnya.

IPLI, kata Hermansyah, akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas, demi memastikan transparansi, keadilan dan perlindungan terhadap keuangan negara dari praktik-praktik koruptif.(*/Samsi)